Baterai (Battery) adalah sebuah alat yang dapat merubah energi kimia yang disimpannya menjadi energi Listrik yang dapat digunakan oleh suatu perangkat Elektronik. Hampir semua perangkat elektronik yang portabel seperti Handphone, Laptop, Senter, ataupun Remote Control menggunakan Baterai sebagai sumber listriknya. Dengan adanya Baterai, kita tidak perlu menyambungkan kabel listrik untuk dapat mengaktifkan perangkat elektronik kita sehingga dapat dengan mudah dibawa kemana-mana. Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita dapat menemui dua jenis Baterai yaitu Baterai yang hanya dapat dipakai sekali saja (Single Use) dan Baterai yang dapat di isi ulang (Rechargeable).
Relay adalah Saklar (Switch) yang dioperasikan secara listrik dan merupakan komponen Electromekanikal yang terdiri dari 2 bagian utama yakni Elektromagnet (Coil) dan Mekanikal (seperangkat kontak saklar/switch). Relay menggunakan prinsip Elektromagnetik untuk menggerakkan kontak saklar sehingga dengan arus listrik yang kecil (low power) dapat menghantarkan listrik yang bertegangan lebih tinggi. Sebagai contoh, dengan Relay yang menggunakan Elektromagnet 5V dan 50 mA mampu menggerakan Armature Relay (yang berfungsi sebagai saklarnya) untuk menghantarkan listrik 220V 2A.
3) Resistor
- Pada resistor dengan 4 warna , warna pita 1 dan 2 menunjukkan koefisien nilai, pita 3 sebagai pengali (multiplier), dan pita ke-4 sebagai ambang batas toleransi.
- Pada resistor dengan 5 warna , warna pita 1, 2, dan 3 menunjukkan koefisien nilai, pita 4 sebagai pengali (multiplier), dan pita ke-5 sebagai ambang batas toleransi.
- Pada resistor dengan 6 warna , warna pita 1, 2, dan 3 menunjukkan koefisien nilai, pita 4 sebagai pengali (multiplier), dan pita ke-5 sebagai ambang batas toleransi sedangkan pita ke enam sebagai koefisien suhu/termal.
Nama "wastafel" merupakan serapan dari bahasa Belanda "wastafel", yang berarti "meja cuci". Wastafel atau wasbak adalah tempat membersihkan diri yang biasa digunakan untuk mencuci muka, cuci tangan, gosok gigi, dan bercukur. Saat ini wastafel telah banyak digunakan oleh masyarakat, tetapi pada umumnya wastafel tersebut cara kerjanya manual, sehingga penggunanya masih membuka dan menutup kran air tersebut secara manual. Hal ini menyebabkan kran tersebut sering dipakai akan rusak dan akan mengalami kerugian karena sering mengganti kran yang rusak. Berkaitan dengan masalah tersebut, maka dibuat alat wastafel otomatis menggunakan sensor PIR ( Passive Infrared Receiver). Dimana alat ini akan memudahkan bagi para penggunanya, karena para pengguna tidak perlu menyentuh kran tersebut, karena alat ini akan bekerja secara otomatis.
Rangkaian wastafel otomatis ini menggunakan sensor PIR (Passive Infrared Receiver) sebagai masukan. Cara kerja sensor ini yaitu jika ada tubuh manusia maka sensor ini akan bekerja. Sedangkan untuk outputnya terdapat pompa air dan seven segment. Cara kerja pompa air ini yaitu jika sensor PIR bekerja maka pompa air akan membuka dan air akan keluar, jika sensor PIR tidak bekerja maka pompa air tidak akan membuka dan tidak akan keluar air. Sedangkan untuk seven segment digunakan sebagai tampilan, jika alat bekerja maka tampilannya ON, jika alat tidak bekerja maka tampilannya OFF. Dan terdapat ATMEGA 8535 sebagai sistem kendalinya.
5. Rangkaian (kembali)
No comments:
Post a Comment